Thursday, August 13, 2009

No.2 : masalah kompleks ?

seperti apakah masalah kompleks itu ?
masalah yang rumit
maaf, itu cuma ganti kosakata -.-"

hmm, menurut GUA pribadi
yang disebut sebagai masalah kompleks itu...
1. masalah yang titik permasalahannya tidak terletak pada faktor primer, tetapi bisa sekunder, tersier, atau bahkan lebih
ATAU bisa juga ketika
2. masalah itu disebabkan oleh titik2 permasalahan yang saling berinteraksi dengan cara apapun
sehingga ketika menyelesaikannya, kita butuh usaha ekstra

gua sengaja ngebagi si masalah kompleks itu jadi dua
karena memang strukturnya beda, sehingga metode pendekatannya juga berbeda
(akan dibahas PROLOGnya aja, i'm still on research soalnya, baru hipotesis)






1. Masalah yang titik permasalahannya terletak pada faktor yang non-primer

gua akan jelasin dulu mengenai faktor primer (ini bahasa gua ya)
liat diagram di atas deh...

bila OBJEK digambarkan dengan PUSAT DIAGRAM (gambar kotak), maka yang mengelilinginya/di sekitarnya akan saya sebut sebagai FAKTOR
faktor2 ini adalah hal2 yang berhubungan dengan OBJEK tadi, entah dia memiliki flaw atau tidak
apabila satu saja FAKTOR memiliki flaw, maka akan ada kemungkinan bahwa OBJEK memiliki yang namanya MASALAH
ngerti ga?
intinya sih, yang tengah2 tu objek yang dibicarakan, sisanya adalah related link
kalo related link itu ada yang bermasalah, maka mungkin saja masalah itu sampe ke objek pembicaraan

NAH
yang namanya faktor primer, adalah faktor (kotak yang lebih kecil dari yang tengah) yang berhubungan LANGSUNG dengan si OBJEK
faktor sekunder adalah faktor yang berhubungan dengan faktor primer
faktor tersier adalah faktor yang berhubungan dengan faktor sekunder
dan seterusnya
ngerti idenya ?

gua sengaja naro post yang ini tepat setelah post soal INTI masalah (judul : GIMANA CARA BUKA PINTUNYA?!?)
supaya ga ngulang2 lagi

pada suatu masalah, bukannya jarang ya, titik permasalahan akan terletak di faktor yang tidak primer, melainkan pada faktor2 yang lebih sulit terlihat
dan ketika kita tidak bisa menganalisa titik permasalahannya, lagi2 mengulang teks sebelumnya, bukan tidak mungkin kita akan menambah masalah baru ketimbang menyelesaikan yang lama
ga enak ya ?

saran dari gua sih simpel...
analisalah masalah yang dateng
jangan main asal tembak, karena bisa celaka bukannya untung

mengenai contoh...
misalnya begini
ketika lagi bikin kue, entah mengapa kuenya ga mengembang, uda bikin ampe 3 kali padahal
kue ini kan dibikin oleh terigu, telor, dan bahan pengembang
sedangkan nanti terigu harus diayak, telur harus dikocon, dan bahan2 pengembang harus prima
dalam contoh ini, anda dengan bingung menambahkan bahan2 pengembang terus2an dan tetap saja hasilnya tidak bagus
yang ada, kue jadi terasa berbau asam karena bahan pengembang (karbonat)
nyatanya, masalahnya cuma ada di telur yang tidak boleh dingin ketika dikocok
konyol kan ?
kalo dianalisa dari awal, kesalahan seperti ini ga perlu terulang






2. masalah yang titik2 permasalahannya saling berinteraksi


yang ini betulan kompleks sih, hahaha...
tidak peduli terletak di mana faktor2 pencetus masalah, tetapi faktor2 yang jumlahnya tidak tunggal tersebut berinteraksi satu sama lain
ini akan membuat kondisi jadi sangat rumit, karena ketika ingin menyelesaikan satu faktor, kita akan terhambat oleh faktor lain
dalam beberapa kasus, memecahkan satu persatu sesuai urutan kerja adalah hal yang baik
tetapi dalam beberapa kasus lainnya, bisa saja semua faktor harus dikerjakan bersamaan
hal ini butuh analisa lebih lanjut

nih misalnya
misyel ribut ama mire
ternyata ini disebabkan karena (asumsikan faktor yang dianalisa itu betul)
misyel egois, misyel stress, misyel ga suka mire, misyel ga ada semangat hidup
dalam kasus begini, 4 faktor akan saling berhubungan dengan cara yang ga enak
misyel, karena dirinya egois, dia jadi ga suka mire
gara2 ga suka mire, dia jadi stress dan berakhir ga punya semangat hidup

kalo dikasi contoh kaya gini sih enak
uda dianalisa faktornya
dan lagi, gua bahkan menuliskan kronologis penyebab masalah
therefore, kita harus menyelesaikan masalah berdasarkan urutan tersebut
mulai dari menghilangkan keegoisan, barulah misyel bisa mulai suka ama mire, mulai tidak stress dan mendapatkan semangat hidup

dan ketika pengerjaan ini di-twist, bukan tidak mungkin masalah jadi tambah rumit
misalnya kita menyelesaikan masalah ga suka ama mire
misyel memaksa dirinya suka sama mire ENTAH KENAPA
dan akirnya bukannya jadi seneng, bisa jadi makin stress
karena letak permasalahannya ada pada misyel itu egois
selama keegoisannya ga dikurangi, dia ga akan bisa seneng ama mire
ngerti ga ?

intinya sih, pengerjaan runut ini menjadi kunci dari penyelesaian masalah
tapi kadang2, bahkan sering, masalahnya justru terletak pada, MASALAHNYA DI MANA ?
lagi2 kita harus menganalisa dengan hati2 ya
sebelum jadi masalah baru



okeeee
itu namanya singkat (sinkat banget?!?)
ampe pusing sendiri


-kitti-mikir mulu-

Wednesday, August 12, 2009

No.1 : GIMANA CARA BUKA PINTUNYA ?!?

jawabannya : BANYAK !
hahaha (jayus abis SUMPAH -.-")

yang pasti, ada 'tak terbatas' jumlah metode pembukaan pintu
tapi untungnya gua ga akan membahas PINTU
gua bukan engineer, apalagi bagian buka membuka (ga ada bagian itu ya ?)



(catat : tak ada informasi mengenai pintu selain dia terkunci)
untuk membuka suatu pintu yang terkunci, begitu banyak cara bisa dilakukan
secara refleks, kita akan menjawab, YA BUKA PAKE KUNCINYA DONG
pintar, itu jawaban paling pintar yang mungkin terjadi !
tetapi bukan itu yang pengen gua kasitau -.-"
mari kita coba berpikir sambil berandai2 (mengimajinasikan hal yang posibel maksudnya)
(gua tulis dalam bentuk poin deh, angka aja)

1. mendobrak
pake tenaga manusia atau kuda boleh, selama tu pintu kebuka kan ? pake kayu besar juga bisa
intinya adalah membuka dengan paksa

2. mencungkil engsel pintu
cara yang ga pake banyak tenaga dibanding nomer satu, membutuhkan alat spesifik atau setidaknya bisa menggantikan alat spesifik tsb

3. menggergaji pintu
butuh alat dan tenaga !

tiga cara di atas adalah cara2 yang POSIBEL untuk dilakukan bukan ?
maksudnya, masi masuk akal
yang ga masuk akal tu misalnya PAKE SIHIR DIBOM
atau misalnya PAKE SIHIR HERIPOTER BUKA PINTUNYA

karena dua hal itu will not likely to happen, even a bit


lantas, ketika gua tanya, cara mana yang paling efektif ?
kita semua akan menjawab, PAKAI KUNCI DONG
saya jadi bertanya2, kenapa pakai kunci itu cara yang efektif ?

nyatanya, permasalahan yang ada pada si pintu sampe ga bisa dibuka itu ada di kunci
sehingga ketika kita memecahkan masalah ini ddengan cara lain selain KUNCI, kita akan mengalami kesulitan
kebetulan 3 cara di atas masi mungkin dilakukan
tetapi konsekuensinya lebih berat, kita kehilangan pintu yang semula ada
TAPI
kalau dari awal kita menganalisa hal simpel seperti itu, kita akan mendapatkan pintu yang utuh
dengan tetap membuka pintu tentunya
dan kita ga butuh banyak tenaga untuk menyelesaikannya



hal gampang kan ya ?
tapi memang ga semua orang menyadari esensi dari persoalan seperti ini
dan ga kebanyakan waktu kaya gua untuk merenung
(kerjaannya cuma merenung )

fenomena kaya gini memiliki intisari yang krang lebih kaya gini
"selesaikanlah sebuah masalah pada inti masalah tersebut"

banyak banget si kasus lain
seperti kalo anda sakit radang, minumlah antibiotok KARENA antibiotik tuh bunuh bakteri penyebab radang
TAPI kalo lu sakitnya flu, ngapain minum antibiotik ? tuh antibiotik ga akan bunuh virus flu kan ?

untuk refleksi ke kehidupan sehari2
yaaaa, gampangnya, kalo ada masalah, bok ya cari tau dulu masalahnya ada di mana
jangan main asal hajar
karena bisa jadi buang tenaga, atau menimbulkan masalah baru
bukannya kelar masalah, malah tambah parah
THINK SMART



setelah post ini akan ada lanjutan
mengenai topik yang sama tentunya
kenapa dipisah ? supaya ga kepanjangan, hahahah


-kitti-cari inti masalahnya !-

memandang hidup dari berbagai sisi...

begitu banyak tipe klasifikasi yang diciptakan manusia, yang ditujukan untuk menggolongakn mereka sendiri
misalnya 4 tipe manusia ; sanguinis, melankolis, kolerik, dan plegmatis
ada lagi tipe manusia berdasarkan yang mereka pegang ; strategis, filosofis, religius, dkk
dan temen2nya yang jutaan banyaknya (gaul ya dia, temennya banyak)

kalau anda bertanya 'kenapa?', maka saya akan menjawabnya ! (sok kaya lagi kotbah2 gitu de, pake tanda seru)
smoga ngerti deh... mari berdoa (LOH KOK BERDOA)
tau klasifikasi makhluk hidup ga ?
ada 3 kingdom, yang masing2 ada banyak ordonya, terus turun ke bawah ampe spesies
intinya adalah, kita mengklasifikasikan begitu banyak jenis objek ekdalam kelompok yang lebih kecil, dengan karakteristik yang mirip
dengan demikian, ketika kita membahas suatu hal, kita bisa membahas dalam konteks kelompok
tentu saja hal yang dibahas harus berkaitan dengan kesamaan yang dimiliki si anggoat kelompok
misal ada 5 juta objek
dikelompokkin jadi 5ribu kelompok
kita ga erlu membahsa 5 juta kali kan ?
hanya perlu 5000 kali
tujuannya gitu
memang tentu saja dari masing2 objek pasti ada yang beda
kalo ga ya objeknya sama -.-"
tapi secara garis besar, klasifikasi membuat hidup lebih mudah (cie, hidup..)
ya iya, yang jelas ga membuat MATI jadi lebih mudah (Eh, gatau juga de, blom pernah mati sih)

gila ih, kata pengantarnya segitu
bahkan gua sendiri males bacanya -.-"



begini, tujuan dari post ini sebetulnya ingin membagi sudut pandang
saya menyadari fenomena yang namanya 'ideologi dasar' pada diri manusia
dan menjelaskan kenapa satu hal yang sama persis bahkan dengan kondisi yang sama, bisa ditanggapi dengan cara yang sangat berbeda

manusia hidup ENTAH SADAR ATAU TIDAK, berdasarkan satu atau beberapa ideologi utama/main ideology
ideologi (atau jamak) inilah yang kemudian mengatur ideologi2 sekunder dan tersier, dst yang seringkali lebih mudah terlihat dalam hidup seseorang
misalnya begini... INI MISALNYA LOH, gua gatau betulannya gini apa engga
mire suatu hari ketemu orang lagi nendang kucing, dan dia marah !
si mire, itu ga suka menyakiti binatang atau melihat orang menyakiti binatang
itu satu prinsip kan ya ?
sekarang kalo dilanjutin, ternyata mire ga suka menyakiti sesuatu yang lemah
itu uda masuk prinsip yang lebih luas, lebih dalam
ketika dilanjutkan, ternyata dia ga suka menyakiti yang lemah, karena menurut dia, Tuhan menginginkan kita untuk mengasihi yang lemah bukannya menyakiti
kalo dilanjutin lagi, ternyata mire itu gatau kenapa dia memegang teguh alasan ketuhanan ini
NAH !
ini yang gua sebut sebagai ideologi dasar mire !

begitu juga dengan kasus2 lain
entah sedalam apa digali, pada suatu titik kita akan menemui ujung jawaban
di mana ideologi itu akan disadari sebagai ideologi dasar
dalam kasus si mire, mungkin saja sebetulnya ada ideologi yang lebih mendasar
tetapi tidak ada orang yang mampu menggalinya, katakanlah
sehingga saya tadi berkata, ideologi dasar itu ga harus tunggal
karena dibilang dasar ato gak, itu tergantung dari pemahaman kita atas diri kita sendiri


yang gua pengen bagi itu
kira2 gimana sih kalo kita jadi tipe A, jadi B, jadi C ?
begituuu
eh, tapi gua cuma nulis beberapa ya
intinya adalah, gimana kalian mengkritisi perbedaan ini dan mengerti fenomena perbedaan
semoga post ini membuat dunia makind amai
menghindari pertengkaran yang ga perlu...



menghadapi masalah yang sama nih ya (ya iya...)
Penyelenggaraan Acara Donor Darah Bersama (Dalam konteks, kita bukan penyelenggara loooh)
aduh, itu dulu deh
ga kepikiran topik bagus
padahal yang di atas juga ga bagus sih
hahaha




DONOR DARAH DI MOL

Seorang strategis, ketika melihat donor darah, yang terlintas di otaknya, KEMUNGKINAN adalah "wogh, cara yang baik untuk menarik minat masyarakat" dan ga jarang, dikaitin ama duit
hal itu ga salah kan ya ? maksud gua, memang itu adalah cara yang baik untuk menarik minat !

Lain halnya kalo dia religius Kristen (aliran non spesifik), yang akan dipikirkan adalah "luar biasa. mereka begitu peduli terhadap sesama, seperti Tuhan mengasihi mereka"
Asumsikan bahwa Tuhan itu ada dan agama itu benar (saya ga mau menjudge soal ini), pikiran dia sama sekali ga salah bukan ? masuk akal, mengikuti ajaran, tidak menyeleweng dan ngrugiin siapapun.

Ada lagi tipe filosofis seperti gua. Gua akan berpikir begini, "manusia seringkali tidak bisa hidup sendiri. ini adalh satu bentuk kesadaran akan kebutuhan itu, mengenai DARAH tentunya"
Menurut gua sih, gua ga mengatakan hal yang ga valid. seperti manusia makhluk sosial dan sulit sekali untuk hidup sendiri.



Pemikiran di atas sama sekali tidak salah (At least itu yang gua pikirkan)
tapi nyatanya, manusia sering mempeributkan hal2 tersebut kan ?
pas si strategis bilang soal menarik minat, tar si religius ribut "lo kok mikirin soal duit terus sih ?!?"
tar begitu religius bilang pendapatnya, filosofis bisa bilang "Loh ini kan donor manusia, apa urusannya ama Tuhan?"
dan seterusnya...

ini yang sangat sering terjadi, manusia memperebutkan wilayah kekuasaan yang sebetulnya wilayah kekuasaan bersama dan masing2 sekaligus, seperti irisan pada diagram venn (bener ga sih !?? sok keren aja)
yaaaah
toh smuanya ga salah, kenapa diributin sih ?
kenapa ga terima satusamalain, dan mempertimbangkan semua aspek yang ada ?




Selanjutnya, gua mau bahas mengenai tipe2 itu sendiri, lebih detil

Tipe strategis melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang strategis (ya iya......)
ketika melihat suatu persoalan, dia akan segera berpikir ke arah "gimana caranya, nyelesainnya, bla bla bla" mengenai tindak lanjut dari peristiwa yang bersangkutan
dan mereka, akan terus berpikir seperti ini secara natural

Tipe religius, beda dari yang pertama, memandang segala sesuatu dari sudut pandang tentang keagamaan, kadang keTuhanan
seperti misalnya bagaimana alam semesta terbentuk dari tangan Tuhan atau aspek keagamaan
atau melihat pencuri sebagai bentuk pelanggaran atas perintah agama

Tipe filosofis, adalah tipe pemikir. Dia akan memikirkan segala permasalahan bukan ke arah tindak lanjut, tetapi ke arah "bagaimana ini terjadi". Entah sampai seekstrim apa, itu sangat bervariasi dari orang ke orang lainnya. Tapi, tipe ini adalah tipe yang berpikir ke arah hakikat segala sesuatu, bukan dari Tuhan, beda dengan tipe kedua


Kalo kalian cari artikel2 soal tipe2 ini, akan ada begitu banyak pertentangan
say amelihatnya, kadang konyol
kayak memperdebatkan Tuhan ada ato ga
pendapat nomer
1. Tuhan ada ! dari alkitab kita tau
2. Tuhan ga ada ! ga pernah liat
3. Ga tau deh ada apa engga, kan ga perna ketemu, tapi blom pasti ga ada juga kan ?
Ada juga perdebatan soal hak kaum gay/lesbian, tunawisma, penegmis, dkk
yang konyol tuh sebetulnya bukan permasalahannya
tetapi bagaimana satu orang dan orang lainnya saling beradu pendapat ketika yang satu tidak bisa mengerti apa yang dikatakan oleh yang lain secara menyeluruh
hal ini, buat gua, disebabkan oleh konsep ideologi dasar yang berbeda

kayak misalnya, orang religi pecaya kita harus mengasihi pengemis tapi strategis berkata bahwa pengemis ga bisa dikasi gitu aja duit ato pertolongan
mereka akan saling beradu pendapat, ketika sebetulnya argumen yang satu tidak SAMPE ke otak yang lain
hanya sekedar TAHU...

kadang, ketika ngobrol ama orang, gua juga bisa suatu kali (sering) menemui ujung pembicaraan
seperti berbicara dengan orang religius BANGET misalnya
(catat, saya Agnotis, tidak tahu apakah Tuhan itu ada ato ga, sehingga saya selalu memandang semuanya dari sisi logis)
begitu banyak argumentasi2 yang panjang lebar
yang ketika mereka katakan itu, gua ga PAHAM kenapa mereka mikir begitu ?!?
dan sebaliknya, mungkin mereka juga mengerti logika dari yang saya sampaikan (karena logika bersifat global dan iman itu tidak) tetapi mereka tidak berpikiran seperti saya..
bicara soal kitab suci, saya bahkan kadang2 berpikir kitab suci itu dari mana ?
tapi mereka yang punya iman, percaya bahwa alkitab itu dokumentasi yang begitu penting dari Tuhan mereka

kalo dilanjutin, ga akan ada selesainya itu...
ketika saya berpikir pake otak
mereka hidup pake iman
ketika gua ngomong A, dia ngertinya A'
kenapa harus memaksakan sesuatu begitu sih ?
cari tau, silahkan ! gua juga seneng banget caritau dari temen2 gua
tapi ga berarti gua harus menghakimi (CATAT : BEGITU JUGA GUA, GAMAU DIJUDGE)


sedih juga sih
melihat realita yang HAMPIR SERATUS PERSEN demikian
gua punya ideologi gua sendiri
ideologi dasar yang ga bisa diubah, yang aakn terus menaungi ideologi lainnya
saya ga bisa dipaksa untuk jadi orang beriman
dan orang beriman ga bisa dipaksa jadi orang seperti saya
kecuali dalam kasus2 khusus
itu yang saya kadang2 bilang, bibit keimanan kadang2 sudah tertanam dari kecil

saya berprinsip, selama saya tidak merugikan orang lain (dalam konteks global), saya tidak salah
urusan saya masuk neraka, itu urusan saya...
saya blom pernah liat neraka
kenapa harus memaksa saya melihatnya sekarang dengan paksaan ?

setidaknya, itu pendapat gua ya
lagi2 gua bertujuan TIDAK untuk mengadudomba antar tipe manusia
tetapi ingin temen2 gua sadar untuk bisa menghargai orang lain dan pemikirannya


-kitti-i am different, but that makes me a ME-

Monday, August 10, 2009

fiuh

bukannya lega
yang terjadi malah sebaliknya
hahaha

gitu deh
aku lelaki yang tidak mandiri
tidak bisa hidup tanpa teman...
oh ya, saya ga nyalahin siapa2 yaaa
hanya kadang2 menyalahkan diri sendiri
but i'm not really sure about that



aku...

tidak setegar yang pernah dilihat orang
menangis ketika hal2 kecil hadir
dan berusaha berdiri pada saat hal2 besar datang
sehingga aku selalu terlihat berdiri, karena tidak ada yang peduli terhadap hal2 kecil bukan ?

tidak bisa melakukan hal2 berguna
selalu bermimpi untuk bisa melakukan sesuatu bagi orang lain
tapi ketika kesempatan itu datang, hanya bisa berdiam dan merenung
apa yang bisa aku bawa untuk dunia ?

bukan orang yang punya semangat juang tinggi, rasanya...
ingin menyerah pada saat sedikit kesulitan datang
menjalankan segala sesuatu tanpa semangat yang tinggi

tidak punya teman, lagi2, rasanya...
tidak pernah membuat orang senang, apalagi bersyukur aku ada
bukan pendengar yang baik
apalagi advisor



aku merasa begitu lelah
bukan berarti terlalu lelah
tetapi aku tidak pernah tahu di mana batasku
untuk terus berusaha berjalan bersama dengan dunia
dengan semua yang ada di sekitarku

semua teman tau gua beda
dan gua menyadarinya
makin lama makin terasa...dan terlihat
dan yang pasti, gua ga tau apa gua bisa berubah ke arah mana

pingin istirahat...
i wanna take a rest
mungkin kematian jawabannya
tapi rasanya bukan
kematian tidak menjawab semuanya...
hanya menimbulkan masalah bagi yang hidup



apa...

harus berbuat apa ?

Monday, August 3, 2009

tangisan yang tak pernah terdengar..... atau didengar ?

sudah dua tahun gua meninggalkan dunia yang gelap itu...
entah mengapa hari ini terasa begitu aneh
perasaan tidak enak menyelimuti badan dari pagi
tidak bisa menghentikan otak dari berpikir

sebuah dunia di mana segala yang terlihat menjadi beberapa tingkat lebih buruk dari yang dilihat orang lain
ketika kegelapan menjadi teman dan kemuraman selalu setia di samping gua
tempat di mana segala macam hal bisa mengaitkan ke sebuah akhir yang buruk ; bunuh diri...



percaya atau tidak, saya berasal dari dunia sana
bukan dunia yang seringkali temen2 gua hinggapi
dunia yang bisa berpikir jernih dan positif
tempat untuk menjadi bahagia dan begitu menerima

sama seperti semua orang, saya pun merasa begitu kesulitan ketika harus pindah dunia
bagaimanapun, itulah dunia yang udah gua tinggali belasan tahun
dan sayangnya, emosi bermain banyak, terlalu banyak......

dibilang enak, ENGGA
apa enaknya menangis dan merenung TAK HENTI
kadang2 menjadi seperti orang bolot yang bisa TIBA2 GAK SADAR waktu naik sepeda sampe hampir nabrak mobil dan tiang listrik
dan ga jarang jadi kaya orang kena penyakit mental karena punya dunia sendiri
megangin pisau dan gunting kemanapun lu pergi
mencoba meminum puluhan pil obat
dijauhin orang karena keanehan, sucks...
and the worst part, WE NEVER KNOW HOW TO REACH YOUR WORLD . . .

gua telah menjalani kehidupan yang positif selama 2 tahun (wow...)
at least, gua berhenti berpikir soal bunuh diri dan menangis sendiri selama 2 tahun
belajar untuk menjadi makhluk sosial yang bisa beradaptasi
dan baru bisa percaya, bahwa kehidupan di sisi terang begitu menyenangkan
entahlah, terlalu banyak hal yang membuat gua mencintainya
kebahagiaan tak bersyarat, penerimaan, positivitas, realitas, and so on

sekarang masalahnya adalah (dan begitu berat)
i don't know how to get back there
i don't even know WHAT made me went there and moving on with my life

jangan berkata bahwa aku tidak pernah mencoba meminta bantuan
mungkin ini salah gua juga karena tidak bisa mendeskripsikan rasa yang gua idap (penyakit -.-")
tapi what can i do ?!?!?
this is happening so fast
dan menjadi tidak bisa disadari

i'm scared................................................ very scared
i'm starting to feel SO confused of what to write for my MSN nickname and PM
FB status
have TOO MANY THINGS to write down in my blog
it feels hurt in my chest (really)
and feeling tears being produced inside my eyes, waiting for the right moment to come out

help...

Friday, July 31, 2009

sedih juga kehilangan satu saudara

STOP !!!
kakak atau adik (gapunya) saya ga ada yang meninggal oke !
hahahah
mari bercerita dari awal de...
i'd rather call him (bener ga si tulisanya dan gremernya?) brother from different mother
or at least gua menganggap dia begitu

yaaaaahhhh
singkat cerita saya gua ane eke terdampar di bandung, di ITB tepatnya
baru setaon sih, tapi berasa kaya 2 ato 3 taon gitu, males banget deh
karena beberapa faktor (review), gua ga betah banget di itebebandungjawabaratindonesia
1. jurusannya bukan musik
2. belum dapet sahabat sedeket temen2
3. sahabat2 saya kepisah semua, di uph, salemba, ausi, depok, amrik
4. ga ada komunitas musik yang saya rasa nyamaaaan gitu
tapi selain itu ada beberapa penyelamat bangsa !!! (maksudnya penyelamat gua sih)
1. sekamar sama temen deket
2. temen di kosan ada yang agak2 juga, namanya ADEline
3. ada temen2 bodoh di kampus seperti gia ninda yohan

uda ah, cerita reviewnya kelar dulu ya

singkat cerita...
entah kenapa, belakangan gua merasa janggal
entah gua yang janggal atau memang ada perubahan janggal dengan temen2
misalnya... (dilarang sebut oknum)
uda mulai jarang ngobrol ama X, mungkin susah dikontek kali ya. tapi kalo ketemu juga uda ga seseru dulu. tapi mungkin dia mulai nyaman dengan situasi sosialnya sekarang jadi emang ga ada masalah, plus uda bisa deket ama temen di lingkungannya

kedua, uda mau kuliah lagi
intinya sih...............uda harus pisah sama temen2 deket sma
uda pada balik ke habitat kan ya


terus tiba2 etmen sekamar gua ke singapur
SYOK dong begitu tau
terus pake pura2 ga syok
tiap kali orang bilang "sedih dong"
pasti gua bilang "hah, ngapain sedih"
dengan dalih ke diri sendiri bahwa tiap hari berantem terus, yaaaa gua pikir, it's fine for him tu lif bandung

berjalanlah waktu (yang jalan bukan waktunya sih)
terus tinggal 3 hari lagi sampe temen gua ini berangkat dong ?!?
dan tiba2 gua panik -.-" entah gimana ceritanya
yaaaaa begitulah
sampe detik ini pun gua masih berasa sedih
uring2an di rumah
dan ngamuk begitu ga jadi pegi (loh, kok gitu)
hahaha

dibilang manja, IYA kali ya...
cukup terikat sama seseorang membuat gua manja
tapi gimana ya, kalo idup sekamar selama setahun
biar kata tiap malem diisi dengan jurus2 aneh (Apa sih JURUS /!/!!?)
pertengkaran2 konyol dan ga sengit (ga seru ya --')
mau gamau, lu akan merasa kehilangan kalo lama ga ketemu
dan terutama, begitu sadar bahwa lu uda membuang satu tahun tanpa waktu berkualitas

memang dodol sih ya manusia
seperti gua, tidak mensyukuri sepenuhnya pemberian saudara di bandung ini
diisi pake beranteeeeeem doang, bukannya membahas hal2 penting dan berkualitas
malah pake kesel2an
huh...

gimana yaaaaa
kehilangan temen berantem tuh nyesek juga loh !
hahahah
nih beberapa kerugian yang saya terima pas dia pegi
1. ga ada yang anterin, OJEK GRATIS (PARAH, HAHAHAHA)
2. ga ada yang bisa dititipin makanan (busuk, LAGI)
3. ga ada temen berantem
4. hilang pinjaman buku
5. ga ada yang bisa diledek2in
mulai ke bagian serius.....
6. ga ada yang bisa diajak diskusi dengan nyaman (padahal dia juga gamau diajak sih, tapi bisa dipaksa)
7. hilang saudara untuk belajar manusia dan relationship dengan lebih baik
8. ga ada yang ngasi ide2 TOLOL yang kadang bisa jadi inspirasi
9. OH DAMN, SO MUCH TO LOSE
uda ah, berenti dulu
sedih nih...

yaaaa
walaupun gua uda mengatakan ini waktu malam2 dan ngantuk2 itu
tapi mau bilang makasih lagi
sekalian jadi dokumentasi atas apa yang udah diaktakan
beberapa hal yang sudah saya dapat selama setahun
1. belajar sabar, BANGET
2. belajar cuek, tetapi tidak terlalu cuek (ini susah oke buat gua)
3. belajar membuat jurus dalam 3 detik
5. belajar banyak hal, males sih kalo ditulisin satu2
hahaha
dan belajar mellompati angka 4 mungkin ?



yaaaah
gitu deh
kadang bener juga, ketika manusia tidak berada pada kondisi kritis, dia tidak menyadari posisinya sepenuhnya
terlalu banyak kabut yang ngalangin kali ya

pesan moralnya
nikmatilah waktumu bersama orang yang kamu sayangi selagi kamu bisa
karena mungkin, dia lebih berharga dari yang kamu pikir



selamat jalan bung...
sedihnya menyadari punya sibling baru, dan dia uda harus pergi


-kitti-sedih sekali-

Wednesday, July 1, 2009

inti yang bukans ebuah inti - versi mudah dan singkat

keunggulannya tentu saja adalah mudah dan lebih singkat, JAUH
tapi jeleknya, mungkin folosofinya ga akan sampe kalo hanya dibaca sekilas


oke, intinya begini
tidak semua hal memiliki suatu hal yang menjadi pusat dari segalanya !

sering kan kalo lagi ngobrol ama orang, "jadi inti masalahnya apa?"
dan seringkali inti itu tidak bisa dijabarkan hanya dengan frasa atau kalimat pendek

ini untuk membuka wawasan aja...
ada beberapa hal, banyak, yang punya inti berupa hal yang tunggal
misalny saja struktur informasi terpusat
di mana satu komputer menjadi server dan 5(misalnya) komputer lain mengelilinginya
tanpa si komputer pusat, ga ada yang bisa berjalan

sedangkan ada juga hal2 yang tidak memiliki inti berupa hal tunggal
seringkali, memiliki beberapa inti yang saling bersinergi
misalnya saja, struktur informasi siklik
A-B-C-D-A
dalam hal ini, tidak ada satu komputer pun yang bisa dikatakan PUSAT
kenapa ?
karena kalo hilang yang manapun, entah satu atau beberapa, sistem ini akan rusak dan ga bisa jalan



jika dimasukkan ke dalam kasus sehari-hari, yang sering banget bikin gua bete adalah ketika orang memaksakan jawaban menjadi 2 hal saja, yakni YA atau TIDAK

keuntungannya tentu ada...
dengan jawaban yang dipersempit, waktu jadi singkat dan bla3
tapi kerugiannya juga ada...
informasi yang diberikan seringkali tidak bisa dipakai untuk mengethaui masalah yang ada
misalnya...
"kamu sebel sama A ?"
YA. --> dari sini kita TIDAK bisa tahu, seberapa sebal, seperti apa sebalnya, dan karena apa
TIDAK. --> bisa saja dia agak sebel, sebel banget, yang jelas kita tetep gatau sebel karena apa dkk
sedangkan ketika struktur pertanyaan itu diubah
"seperti apa rasa sebal kamu dengan A, jelaskan!"

tentu saja, pertanyaan kedua memiliki jawaban yang lebih makan waktu
tapi itu semua, mengenai dipake ato gak, tergantung kebutuhan masing2 pertanyaan
kalo emang mau dicari solusi masalah, kita seringkali butuh penyebab, dan ga bisa didapat dari pertanyaan YA TIDAK
sedangkan kalo emang cuma buat main2, kenapa harus repot ?


-kitti-it depends-